TRENDING

SMSI Kalteng dan KPP Pratama Perkuat Kolaborasi, Dorong Literasi Pajak hingga Angkat Potensi Ekonomi Desa

4 menit membaca View : 28
Udhin Editor

PALANGKA RAYA, NK – Peran media massa kini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi kepada publik. Di era digital, perusahaan pers juga dituntut memiliki tata kelola usaha yang profesional, mulai dari aspek legalitas, administrasi, hingga kepatuhan perpajakan. Berangkat dari semangat tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah menjalin sinergi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palangka Raya untuk memperkuat literasi perpajakan sekaligus mendukung pemetaan potensi ekonomi daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran SMSI Kalimantan Tengah dengan Kepala KPP Pratama Palangka Raya, Toto Trianto, S.Si., di Kantor KPP Pratama Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan dipimpin Ketua SMSI Kalimantan Tengah, Akhiruddin, didampingi Sekretaris Aris Kurnia Hikmawan, Bendahara Bridel B. Usin, serta Ketua Pokja SMSI Kota Palangka Raya, Irwansyah. Suasana diskusi berlangsung hangat dengan pembahasan yang tidak hanya berfokus pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis dalam edukasi perpajakan, penyebarluasan informasi publik, dan pengembangan potensi ekonomi hingga ke tingkat desa.

Ketua SMSI Kalimantan Tengah, Akhiruddin, mengatakan perusahaan pers saat ini harus mampu beradaptasi dengan berbagai regulasi agar dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, kepatuhan perpajakan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun perusahaan media yang profesional.

“Mayoritas pengurus SMSI memang berasal dari kalangan wartawan dan jurnalis. Ketika mendirikan perusahaan pers, tentu ada tanggung jawab baru yang harus dipahami, salah satunya mengenai perpajakan. Kami ingin perusahaan-perusahaan media yang tergabung di SMSI tidak hanya kuat dalam menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memiliki tata kelola usaha yang baik dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Akhiruddin menegaskan, media memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menyampaikan informasi. Menurutnya, perusahaan pers juga harus mampu menjadi contoh dalam menjalankan usaha yang sehat dan taat terhadap aturan.

“Media tidak hanya bertugas mengawasi dan menyampaikan informasi. Media juga harus menjadi contoh dalam menjalankan usaha yang sehat. Karena itu, pemahaman mengenai perpajakan menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat di lingkungan perusahaan pers,” katanya.

Ia juga melihat adanya peluang besar bagi media untuk mendukung program pemerintah melalui penyebarluasan informasi perpajakan yang lebih mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, edukasi mengenai pajak masih perlu dikemas secara sederhana agar dapat menjangkau pelaku UMKM, masyarakat desa, hingga usaha-usaha yang sedang berkembang.

“Media memiliki kekuatan dalam membangun pemahaman publik. Kami siap menjadi mitra KPP Pratama untuk menyebarluaskan informasi perpajakan yang edukatif sehingga masyarakat memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari kontribusi terhadap pembangunan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, SMSI Kalimantan Tengah juga memperkenalkan program Pokja News Room Jaga Desa, sebuah program kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat transparansi pembangunan, edukasi publik, serta memperluas penyebaran informasi hingga ke desa-desa.

Kepala KPP Pratama Palangka Raya, Toto Trianto, menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, jaringan media yang dimiliki SMSI merupakan kekuatan strategis untuk memperluas jangkauan edukasi perpajakan kepada masyarakat.

“Kami melihat SMSI memiliki jaringan media yang luas di Kalimantan Tengah. Ini menjadi potensi yang sangat baik untuk bersama-sama meningkatkan literasi perpajakan. Ketika informasi yang benar disampaikan secara luas dan berkelanjutan, tingkat pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban perpajakan tentu akan semakin baik,” katanya.

Toto menambahkan, media juga berperan penting dalam menggambarkan dinamika ekonomi di berbagai wilayah. Publikasi mengenai pertumbuhan UMKM, investasi, sektor usaha, hingga potensi ekonomi desa dapat menjadi referensi yang bernilai dalam mendukung analisis dan pelayanan perpajakan.

Menurutnya, Pokja News Room Jaga Desa memiliki prospek besar sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah dan media. Selain menjadi sarana publikasi pembangunan, program tersebut dinilai mampu memperkenalkan potensi ekonomi desa sekaligus memperluas edukasi perpajakan kepada masyarakat.

“Melalui Pokja News Room Jaga Desa misalnya, kami melihat ada ruang kolaborasi yang sangat baik. Program ini bukan hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga dapat membantu memperkenalkan potensi ekonomi desa sekaligus menyampaikan edukasi perpajakan kepada masyarakat. Semakin banyak masyarakat memahami pentingnya pajak, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan terhadap pembangunan daerah,” jelasnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi yang berkelanjutan. SMSI Kalimantan Tengah dan KPP Pratama Palangka Raya sepakat mendorong lahirnya berbagai program edukasi, sosialisasi, serta publikasi yang tidak hanya meningkatkan kesadaran perpajakan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi daerah dan kemajuan Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x