TRENDING

Karang Taruna Siapkan Pasukan Relawan hingga Posko di Tumbang Nusa

3 menit membaca View : 8
Udhin Editor

PALANGKA RAYA – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai diantisipasi secara serius di Kalimantan Tengah. Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah cepat dengan membangun koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng untuk menyiapkan kekuatan relawan menghadapi potensi Karhutla, khususnya di Kota Palangka Raya dan kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

Langkah tersebut dibahas dalam audiensi dan koordinasi Karang Taruna Kalteng bersama BPBD Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di ruang Kepala Badan BPBD Kalteng. Pertemuan diterima langsung Kepala BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, S.STP., M.Si.

Audiensi ini menjadi bagian dari komitmen Karang Taruna Kalteng untuk ikut mengambil peran dalam mendukung pemerintah menghadapi ancaman Karhutla. Tak hanya bergerak ketika kebakaran terjadi, jaringan kepemudaan tersebut juga disiapkan untuk terlibat dalam upaya pencegahan, edukasi hingga pemantauan kondisi lingkungan.

Dalam koordinasi tersebut, Karang Taruna Kalteng menyampaikan kesiapan memobilisasi jaringan kepemudaan dan relawan untuk membantu penanganan di lapangan. Kota Palangka Raya dan kawasan Tumbang Nusa menjadi fokus awal yang mendapat perhatian dalam persiapan menghadapi potensi Karhutla.

Kesiapan tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Budi Djiwandono, yang akan menyalurkan sejumlah bantuan dan kebutuhan pendukung bagi kegiatan penanganan Karhutla.

Bantuan tersebut nantinya akan dikoordinasikan dan disalurkan oleh Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah bersama pihak-pihak terkait di lapangan agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan penanganan.

Tidak hanya logistik, Karang Taruna Kalteng juga menyiapkan dua unit tenda berukuran besar. Tenda tersebut akan digunakan sebagai posko maupun area pendukung kegiatan di lokasi yang membutuhkan, termasuk untuk membantu kebutuhan personel dan koordinasi selama pelaksanaan penanganan Karhutla.

Kekuatan relawan juga menjadi bagian penting dalam skema yang disiapkan. Karang Taruna Kalteng akan membentuk sejumlah regu relawan yang nantinya dapat diterjunkan ke lapangan untuk membantu upaya penanganan Karhutla.

Namun, keterlibatan relawan tetap akan dilakukan secara terkoordinasi bersama BPBD dan unsur terkait. Para relawan akan mengikuti arahan petugas di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.

Ketua Karang Taruna Kalteng, Chandra Ardinata menilai keterlibatan pemuda tidak semestinya hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Jaringan Karang Taruna di berbagai wilayah juga dapat menjadi kekuatan penting dalam melakukan pencegahan dan membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya Karhutla.

Karena itu, selain penanganan, relawan Karang Taruna akan diarahkan untuk membantu edukasi masyarakat, pemantauan kondisi lingkungan, penyebarluasan informasi, serta koordinasi awal apabila menemukan indikasi atau potensi terjadinya Karhutla.

Sinergi dengan BPBD menjadi bagian penting agar peran relawan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan koordinasi yang jelas, mobilisasi personel, bantuan maupun kebutuhan di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Kolaborasi antara BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Karang Taruna Kalteng, pemerintah daerah dan unsur terkait diharapkan mampu mempercepat respons apabila terjadi Karhutla, sekaligus memperkuat upaya pencegahan di wilayah yang memiliki potensi terdampak.

Chandra pun menegaskan kesiapan untuk bergerak bersama pemerintah dan masyarakat. Dengan kekuatan jaringan kepemudaan, relawan, dukungan logistik dan koordinasi lintas sektor, upaya menjaga Kalimantan Tengah dari ancaman Karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terarah dan terkoordinasi. (din)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x