TRENDING

SMSI Kalteng Bersama Bidan Sean Bangun Sinergi Perkuat Edukasi DPD RI

5 menit membaca View : 5
Udhin Editor
Kalimantan Tengah - 06 Agu 2026

NARAIKABAR.COM, PALANGKA RAYA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah memperkuat kemitraan dengan Anggota DPD RI Perwakilan Kalimantan Tengah, Hj. Siti Aseanti, S.ST., M.Keb., atau Bidan Sean, dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tugas dan fungsi DPD RI.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pertemuan itu juga menjadi langkah mempererat sinergi antara lembaga negara dan media siber untuk menghadirkan informasi yang lebih edukatif dan mudah diakses masyarakat.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua SMSI Kalimantan Tengah Akhiruddin, Sekretaris Aris Kurnia Hikmawan, Bendahara Bridel B. Usin, Dewan Penasehat H. Noor Ivansyah, Ketua Pokja Palangka Raya Irwansyah, Seksi Hubungan Antar Lembaga Nanda Achmad Hermawan, Seksi Pendidikan dan Pelatihan Edwandani, Seksi Ketahanan Pangan Eri Purwanto, serta Seksi Siber dan Pengembangan Usaha Digital Liyando Hermawan Hasibuan.

Dalam pertemuan itu, Bidan Sean mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai keberadaan dan kewenangan DPD RI masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, tidak sedikit warga yang masih belum mengetahui secara utuh peran DPD RI sebagai representasi daerah di tingkat nasional.

“Di lapangan saya masih sering menjumpai masyarakat yang bertanya, apa sebenarnya tugas DPD RI, apa kewenangannya, bahkan masih banyak yang menyamakan DPD RI dengan DPR RI. Ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai sistem ketatanegaraan kita masih perlu terus diperkuat. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana aspirasi daerah diperjuangkan dan siapa yang membawa kepentingan daerah itu di tingkat nasional,” ujar Bidan Sean.

Ia menjelaskan, anggota DPD RI setiap hari menjalankan berbagai tugas konstitusional, mulai dari menyerap aspirasi masyarakat hingga mengawal kepentingan daerah di tingkat nasional. Namun, berbagai aktivitas tersebut belum sepenuhnya diketahui masyarakat karena penyampaian informasi kepada publik masih belum optimal.

“Kami setiap hari bekerja menyerap aspirasi masyarakat, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang yang berkaitan dengan daerah, menyampaikan pertimbangan kepada DPR, hingga memperjuangkan berbagai kepentingan Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Namun, apabila informasi itu tidak sampai kepada masyarakat, maka publik tentu tidak mengetahui apa yang telah dan sedang kami kerjakan. Di sinilah pentingnya membangun komunikasi yang lebih baik dengan media,” katanya.

Menurut Bidan Sean, SMSI Kalimantan Tengah memiliki potensi besar sebagai mitra strategis karena didukung jaringan perusahaan media siber yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

“Saya melihat SMSI Kalimantan Tengah memiliki kekuatan yang tidak dimiliki semua organisasi, yaitu jaringan perusahaan media yang tersebar di kabupaten dan kota. Ini menjadi modal yang sangat baik untuk membangun komunikasi publik yang lebih efektif. Saya meyakini kolaborasi seperti ini akan jauh lebih efisien karena informasi dapat disampaikan lebih cepat, lebih luas, dan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kegiatan anggota DPD RI, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem ketatanegaraan.

“Saya tidak ingin masyarakat hanya mengetahui bahwa kami datang ke suatu daerah atau menghadiri sebuah kegiatan. Yang lebih penting adalah masyarakat memahami mengapa kami hadir, apa yang sedang diperjuangkan, bagaimana proses memperjuangkan aspirasi daerah, dan apa manfaatnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Jika pemahaman itu tumbuh, maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara juga akan semakin baik,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Kalimantan Tengah Akhiruddin mengatakan media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masyarakat yang cerdas melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang.

Menurutnya, SMSI terus mendorong seluruh perusahaan media anggotanya untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi publik.

“SMSI memandang media sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, kami selalu mendorong perusahaan media yang tergabung dalam SMSI untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, independen, dan berimbang. Kolaborasi yang kami bangun bukan semata-mata untuk kepentingan publikasi, tetapi bagaimana media dapat memberikan nilai tambah melalui informasi yang mendidik, membuka wawasan masyarakat, dan memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan,” kata Akhiruddin.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi digital, media profesional memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang telah melalui proses verifikasi sehingga dapat menjadi rujukan masyarakat.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, media yang profesional memiliki tanggung jawab untuk menjadi rujukan masyarakat. Kami ingin SMSI menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan informasi yang akurat, terverifikasi, dan berimbang. Dengan cara itu, media dapat berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus memperkuat kualitas demokrasi,” tegasnya.

Akhiruddin juga menilai peluang kolaborasi antara SMSI dan DPD RI masih sangat luas, terutama melalui program-program edukasi mengenai kebijakan publik, sistem ketatanegaraan, dan pembangunan daerah.

“Ketika masyarakat memahami bagaimana sebuah kebijakan dibentuk, bagaimana aspirasi daerah diperjuangkan, dan apa peran setiap lembaga negara, maka partisipasi publik juga akan semakin baik. Karena itu kami siap berkolaborasi untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak turut membahas peluang sinergi lanjutan melalui pemanfaatan jaringan media anggota SMSI untuk memperluas penyebaran informasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Kalimantan Tengah.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara lembaga negara dan masyarakat, meningkatkan literasi publik mengenai sistem ketatanegaraan, serta menghadirkan informasi yang akurat, kredibel, dan bertanggung jawab.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x